/>
Showing posts with label non-series. Show all posts
Showing posts with label non-series. Show all posts

Wednesday, June 7, 2017

Review : Mahardikans - Resti Dahlan


 Judul : Mahardikans
 Penulis : Resti Dahlan
 Genre : Teenlit
 Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
 Bahasa : Indonesia
 Tebal : 280 hlm
 Format : Softcover
 Terbit : Cetakan pertama, April 2017
 ISBN13 : 978-602-033-704-3
 Harga : Rp. 59,000,- , TB. Gramedia Mal Cinere

Sinopsis :

"Pertama, nggak ada yang boleh tau tentang hubungan kita. Kedua, jangan ajak gue ngobrol di sekolah. Dan ketiga, terserah lo mau berteman sama siapa aja di sekolah. Asalkan... dia bukan anak IIS." 

Kekey sudah menduga kehidupannya akan semakin suram karena terpaksa satu sekolah dengan Elgo, musuh bebuyutannya. Tapi dia tidak menyangka rasanya akan seneraka ini. Apalagi setelah ia bertemu Arky, seniornya yang super ramah dan Zammar, artis idolanya sejak kecil yang ternyata anak IIS. 


Ditambah lagi permusuhan dua kubu SMA Mahardika. Elgo, Derrick, Endru, dan Abim dari kubu MIA. Sedangkan Arky, Zammar, Kevin dari kubu IIS. Kekey yang tidak tahu apa-apa mendadak terseret ke dalam pusaran pelik itu. Apa yang harus Kekey lakukan?

Resensi : 
SMA Mahardika, SMA swasta yang reputasinya tidak perlu ditanya lagi. Buat masuk ke sini tidak semudah mengandalkan nilai UN atau sederet kenalan-kenalan lainnya. Masuk ke sini butuh melalui serangkaian tes. Bukan hal aneh kalau Mahardikans --sebutan untuk murid SMA Mahardika-- memenuhi perguruan tinggi favorit ataupun menjadi orang yang berhasil. Sayangnya, keterangan ini masih belum bisa membujuk Kekey untuk ‘ikhlas’ bersekolah di Mahardika. Bukan tanpa sebab sih, alasannya itu dipicu oleh kehadiran musuh bebuyutannya yang juga bersekolah di sini.

Kekey menjadi tidak mood buat masuk SMA karena memikirkan hal itu. Masih hari pertama pun dia sudah terlambat. Saat akan berjalan menuju kelasnya, ia melihat keramaian di lapangan SMA Mahardika. Kekey lantas menyeruak di antara kerumuman itu. Ia melihat empat orang cowok yang salah satunya familier di mata Kekey, Elgo, sang musuh bebuyutan, sedang melakukan LOS susulan untuk siswa yang tidak mengikutinya kemarin dan mengisengi salah satu siswi dengan melempar tasnya ke ring basket. Kekey langsung sigap menolong gadis tersebut. Keempat cowok tersebut terkejut mendapati Kekey berani melawan mereka, yang legend-has-it adalah pentolan Mahardika jurusan MIA itu. Kekey dijanjikan sekotak cokelat dan boneka bila berhasil.

Sekotak cokelat pun menghampirinya disertai kertas yang isinya tulisan untuk berhati-hati. Tak lama, kotak cokelat lainnya dengan kertas yang isinya kurang lebih sama. Datang lagi sampai total empat kotak cokelat ia terima. Awalnya sih cuma gertakan-gertakan biasa. Namun, lama-kelamaan gertakan itu menjadi lebih intens. Apalagi setelah ia mengenal Kak Arky, pentolan Mahardika dari jurusan IIS dan secara mengejutkan, Zammar, idolanya yang bersekolah di Mahardika. 

“Hidup kadang penuh kejutan, Key” -Zammar, pg.236

Benar saja apa kata Zammar, hidup Kekey sudah tidak biasa-biasa lagi. Semenjak hari itu, dirinya selalu diributkan antara geng Elgo yang terdiri atas Derrick, bulenya Mahardika; Endru , si kalem yang agak bandel; dan Abim, sang pemeriah suasana dan geng Arky, seniornya IIS, Zammar sang idola, dan Kevin, sang pewaris tunggal hotel ternama di Jakarta. Ada saja yang menyebabkan mereka bertikai dan sialnya, Kekey selalu terseret ke dalam pusaran tersebut. Kekey mencoba sebisa mungkin untuk menghindar dari konflik itu dengan mengikuti perkataan Elgo untuk menjauh dari Arky. Entah itu kutukan atau anugerah, ia selalu dipertemukan dengan Arky. Satu hal yang Kekey lengah, ternyata, semua hal yang terjadi padanya berujung pada suatu memori dan rahasia.

Itulah sekelumit cerita dari buku bersampul pink-biru ini. Sekarang, kita hahas buku ini. Pertama nemu buku ini, agak skeptis sih. Bakal kayak cinta-cintaan SMA ga ya? Bakal klise ga ya? Bakal begini ga ya? Bakal begitu ga ya? dan semuanya sedikit teringankan oleh kalimat dari Kak Esti Kinasih yang menaruh endorsement di covernya dan saya pikir, mungkin bagus dan pas dibaca, semua pikiran itu ngembus gitu aja. Buku ini rame banget asliiiii. I can’t stop flip the pages! Bahas plotnya, ini plotnya mengalir dan dikemas dengan baik. Latar yang dipakai pun realistik. By the meaning of realistic, ini sesuai banget sama SMA sekarang. Istilah-istilahnya juga hal-hal yang terjadi di SMA sekarang. Penuturannya agresif, mengajak pembaca untuk merasakan apa sih yang terjadi antara para Mahardikans itu. Karakternya cantik dan rapi, digambarkan jelas dan on track. Somehow, karakternya saling melengkapi. 

Hal lain yang bakal dibahas adalah twist. Writer menaruh twist nyaris di setiap persitiwa yang terjadi di Mahardika. Semua itu strong sampe akhir dan hebatnya, writer seperti tidak kehabisan kejutan untuk diberikan kepada kita para pembaca. Aku sendiri tidak berhenti untuk berkata “SAY WHAAAAAAT?” atau “OH MY GOD”. I have to salute you for that, kak Resti.

Buku ini benar-benar memegang inti teenlit. Penggambaran remaja tanpa harus diberikan dash of romance. Berdiri kuat tanpa harus ada adegan-adegan roman yang tidak perlu. Semua hal yang terjadi saling berkesinambungan dan menghasilkan sebuah ending yang bisa dibilang, cukup memuaskan. Btw, kutipan di buku ini bagus-bagus loh hehehe.

Anyway, buat kesimpulannya, ini buku worth-to-read dan menghibur banget. I would recommend this to you, teenagers. Especially, buat para remaja tingkat SMA. ini keren dan relatable banget buat kalian. Let me know if you read this book and kalian berada di #TeamElgo atau #TeamArky? Put your support on the comment section!

Worth a 4/5 stars for Mahardikans

Tuesday, June 6, 2017

Review : Momiji - Orizuka


 Judul : Momiji
 Penulis : Orizuka
 Genre : fiction, family romance
 Penerbit : Penerbit Inari
 Bahasa : Indonesia
 Tebal : 210 hlm
 Format : Softcover
 Terbit : Cetakan pertama, Mei 2017
 ISBN13 : 978-602-604-438-9
 Harga : Rp. 59,000,- , TB. Gramedia Mal Cinere
Sinopsis :
Patriot Bela Negara lelah punya nama seperti, terutama karena dia memiliki fisik dan mental yang sama sekali tidak seperti patriot, apalagi yang siap membela negara.
Seumur hidupnya, Patriot diolok-olok hingga akhirnya, dia memutuskan memberontak. Dia jadi gandrung Jepang, belajar bahasa Jepang, dan punya cita-cita pergi ke Jepang untuk bertemu Yamato Nadeshiko-tipe wanita ideal versi Jepang.
Di usianya yang kedua puluh, Patriot akhirnya berada selangkah lebih dekat dengan cita-citanya itu. Dia menginjak Jepang untuk ikut program pendek musim gugur di Osaka dan beruntung baginya, orang tua inang tempatnya homestay punya anak gadis seusianya.
Shiraishi Momiji, gadis itu, mungkin adalah buah penantiannya selama ini.
....atau mungkin bukan.
Resensi :
Buku yang bersampul perempuan muda berambut red flame ini dibuka dengan penceritaan singkat tentang laki-laki kikuk yang namanya gagah abis, Patriot Bela Negara. Sesungguhnya, sang karakter kurang menyukai nama tersebut. Selentingan-selentingan berkaitan namanya sudah sering sekali ia dapatkan. Terutama bila berkaitan dengan lawan jenis. Untungnya, saat SMA seseorang menyingkat namanya menjadi Pabel.

Sayangnya, akibat selentingan tersebut, ia tidak jadi senasionalis namanya. Sebaliknya, ia sangat suka budaya Jepang. bahkan, ia rela menghabiskan tabungannya untuk ikut semester musim gugur di negara yang terkenal akan bunga sakuranya. Ia ingin namanya berlalu dalam negara lain dan mendapatkan perempuan pujaanya. Tipikal Yamato Nadeshiko.

Sampailah ia di Osaka, Jepang. Tempat tabungan melabuhkannya. Ia tinggal bersama keluarga Shiraishi selama ia di Jepang. Pada satu kesempatan,Nanami-san menunjukkan sebuah foto seorang gadis yang sangat memenuhi kriteria Pabel. Pabel tertarik akan sang Momiji --gadis di foto-- yang katanya sedang berada di luar kota.
 "Momiji berarti dedaunan yang berubah merah di musim gugur, identik dengan maple Jepang; dedaunan yang seolah memberikan rasa hangat di tengah dinginnya musim itu" -pg.8
Kedatangan Pabel ke rumah tersebut ternyata dibarengi kedatangan Momiji. Namun, pertemuan keduanya bisa dibilang tidak berjalan mulus. Pabel sebenarnya terkejut akan Momiji. Ia tidak menyangka bahwa kehadiran Momiji membawa banyak kejutan dalam hari-harinya di Osaka.

Momiji, buku keluaran Orizuka yang baru ini ternyata cukup memikat hati. Ini info ga penting sih, but kadar memikatnya itu bisa bikin nunda mandi sore-sore. Serius hahaha. Pengenalan karakter Pabelnya enak banget, maksudnya, kita bisa proyeksiin Pabel itu gimana dan tetap strong sampai akhir buku. Latarnya sendiri pun mendetil. Aura bukunya ringan sampai di akhir. Penuturannya santai dan halus.

Plotnya sendiri dominan linear. Bagian twistnya, benar-benar bikin kaget dan sangat tidak disangka-sangka. Membaca endingnya, gantung. Cliffhanger. Ya apalah itu kalian nyebutnya, pokoknya masih belum ikhlas liat kata TAMAT. Suasana yang dibangun sama writer juga enak, rasa Jepangnya terasa. Writernya memahami kebutuhan readers juga sih. I mean, dikasih footnotes untuk istilah-istilah Jepang, jadinya kita tetap enjoy sepanjang buku tanpa harus browsing istilah tersebut.

Entahlah, ada satu pikiran yang hinggap ketika baca buku ini, yaitu, pahlawan ga selalu keliatan gagah. Pahlawan ga selalu berkuda putih dan pandai diplomasi. Pahlawan sesungguhnya adalah yang orang yang penuh toleransi dan tidak egois. Nice writing, kak Orizuka :)

Aku kasih 3/5 untuk red-flamed Momiji 

Goodbye,
lovelots!
xoxo

Thursday, March 30, 2017

Review : 1/2 Love - Kayoru | #ComicalDay



Judul : 1/2 Love
Komikus : Kayoru
Genre : Shoujo, School Life
Penerbit : M&C!
Bahasa : Indonesia
Tebal : 192 hlm
Format : Softcover
Terbit : Cetakan ketiga, Juni 2016
ISBN : 978-602-339-964-2
Harga : Rp. 20.000,-

Sinopsis :

Akari, gadis SMA yang penampilannya sederhana dan pemalu adalah fans berat grup idola Flower yang terdiri dari dua orang gadis, Yuu dan Kaoru. 

Mimpinya menyanyi bersama flower terwujud saat ia terpilih menjadi anggota baru Flower. Namun, suatu hari Akari menemukan kenyataan bahwa Yuu dan Kaoru sebenarnya cowok!

Other stories :
1. Vampire Who I Loved
2. Secret Love

Resensi :
Akari sangat menyukai Flower. Dia bahkan menonton tayangan live-nya dan mengoleksi majalah-majalah yang memuat artikel tentang Flower. Akari hanyalah seorang gadis sederhana dan ia tidak terlalu gemerlap. Ia selalu berkilah bahwa ia melakukan itu semua karena iseng, karena baginya ia tidak segemerlap gadis-gadis yang menjadi fans Flower.

Adik Akari meminta Akari menyanyikan lagu Flower dan menarikan koreonya sepulang Akari sekolah. Akari awalnya menolak, namun ia tetap melakukannya. Di depan teman-teman adiknya dan adiknya sendiri, ia menyanyikan lagu Flower. Tak disangka, dua orang laki-laki turun dan memberi tepuk tangan padanya dan memujinya. Salah satu lelaki itu menyarankannya untuk audisi, tetapi Akari malah menolaknya dengan alasan ia terlalu sederhana. Lelaki lainnya mengatakan bahwa Akari sebaiknya menyerah saja kalau dia terus-terusan rendah diri. Keduanya meninggalkan Akari dengan perasaannya yang kacau.

Keesokan harinya, Kana-chan mengajak Akari untuk menonton Flower secara  live. Tentu saja, ia mau. Setengah jam sebelum Flower tampil, Akari pergi ke toilet. Sejenak ia kebingungan dimana toiletnya dan ia tak sengaja mendengar kru kerepotan karena member Flower yang baru tidak bisa datang karena kecelakaan. Tiba-tiba saja, member Flower, Kaoru berkata bahwa ia bisa menari dan menyanyi. Akari langsung dibawa ke backstage untuk berlatih koreografi, make up, dan hair do. Kana-chan terkejut bahwa Akari adalah member Flower yang baru. Seselesainya show, ketika akan mandi dan berganti baju, ia melihat dua lelaki yang menemuinya tempo hari.

Sayangnya, spotlight yang ia dapat membuatnya tidak selalu aman. Suatu hari, Akari dijebak oleh fans yang tidak menyukai kehadirannya. Kakinya dibuat keseleo. Namun, Akari tetap tampil. Setelah itu, ia dibawa ke rumah sakit. Ia ditemani oleh Kaoru. Wartawan membuat gosip bahwa Akari berpacaran dengan seseorang. Terpaksa, Akari di suspend dari seluruh show Flower. Mau bagaimanapun, ia tetap merindukan tampil bersama Flower. Semua peristiwa itu membuat Akari sedih. Tapi, badai pasti berlalu kan?

Yeay, akhirnya kesampaian buat bikin resensi komik. Jadi, Kayoru itu emang salah satu komik favorit aku. Ini salah satu koleksi aku. Nah, aku suka gambar-gambar Kayoru. Halus dan juga natural. Penuh ekspresi dan ga datar. Alurnya tidak terlalu cepat dan tak terlalu lambat. Konfliknya pun umum dan ga ribet. Suasana dunia entertainment terasa sekilas. Bagaimana bekerja di agensi dan bagaimana cara mengatasi gosip. Ada unsur kejutannya juga, walaupun udah dikeluarin sedikit di sinopsis :p

Amanat dari buku ini adalah jangan pernah menyerah dan merasa bahwa diri tidak mampu. You can do it. Practice makes perfect. Seperti shoujo umumnya, Akari akan menyatakan cintanya pada seseorang. 

Karakter favorit itu Akari. Sebagimana ia tokoh utama. Ia mungkin merasa ia tidak gemerlap dan terlalu sederhana. Namun, demi Flower dan demi dirinya juga, ia bersedia berubah. Ia tidak mau terus-terusan bersembunyi. Suka banget sama transformasi Akari ke Akari member Flower.

Adegan favorit itu ketika Yuu dan Kaoru akhirnya tampil dengan diri mereka yang asli. Mereka tampil sebagai cowok. Kayak terharu aja gitu, akhirnya mereka tampil utuh dan asli walaupun Akari sempat disuspend.

Ratenya 3.5/5 untuk cerita 1/2 Love ini. I'm pretty much like it.

Sisanya ada dua cerita one shot. Pertama ada kisah manusia yang jatuh cinta dengan vampir dan yang kedua tentang seorang fan yang diajak kencan oleh idolanya.

Sekian dulu review kominya.

Goodbye,
lovelots 
xoxo

Review : Segala Yang Tajam - Gillian Flynn



 Judul : Segala yang Tajam
 Penulis : Gillian Flynn
 Genre : Thriller
 Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
 Alih Bahasa : Ariyantri Eddy Tarman
 Bahasa : Indonesia
 Tebal : 336 hlm
 Format : Softcover
 Terbit : Juni 2016
 ISBN13 : 978-602-033-070-9
 Harga : Rp. 78,000,-
Sinopsis :
Camille Preaker dihadapkan pada tugas reportasi yang sulit: dia harus kembali ke kota asalnya untuk menyusun liputan mengenai pembunuhan dua anak perempuan. Padahal, sudah bertahun-tahun Camille nyaris tidak pernah berbicara dengan ibunya yang menderita hipokondria serta adik tirinya, gadis cantik tiga belas tahun yang menebarkan pesona yang mampu menyihir kota kecil itu.
Kini, mendekam di kamar lamanya di rumah besar bergaya Victoria itu, Camille menemukan banyak kesamaan antara dirinya dengan para korban yang masih sangat muda. Dibayangi hantu-hantunya sendiri, Camille berupaya keras mendapatkan cerita yang dia inginkan––yang mengharuskan dia menggali dan membongkar masa kecilnya yang ganjil dan kelam.

Review :
Setelah sekian lama vakum nulis, akhirnya bisa nulis lagi. Sebagaimana siswa kelas akhir, pastinya disibukkan sama sekolahnya. Tapi, baca buku ga pernah absen kok :p. Cuma mesti pandai-pandai curi waktu.

Kali ini, ada seorang wanita bernama Camille Preaker, seorang reporter Chicago Daily Post, ditugaskan untuk meliput kasus pembunuhan di kota kelahirannya, Wind Gap. Camille sedikit tegang mendengarnya. Kenangan tidak menyenangkan akan kehidupan masa kecilnya hinggap di kepalanya. Ia bahkan tidak dekat dengan ibunya, ayah tirinya, dan adik tirinya. Bukan tanpa sebab Camille meninggalkan Wind Gap. Ia benar-benar terpurtuk dengan kematian adiknya, Marian. Marian meninggal karena sakit. Hanya itu yang Camille tahu.

Berat hati, ia berangkat ke Wind Gap untuk mencari berita demi atasannya, Curry. Ibunya bahkan tidak menyambutnya. Baru saja datang, sudah ditanya kapan pulang. Ibunya memang dingin, sinis, dan sedikit terkesan psychotic di hadapannya. Namun, tidak di hadapan Amma atau Marian, mendiang adiknya. Secara kasat mata, sang Ibu kurang menyukai Camille (bukan kurang suka, nyaris gasuka sama sekali!). Menurut ibunya, Camille terlalu banyak memberontak.

Korban siksaan mental lainnya adalah adik tirinya, Amma, yang sudah lama tidak ia ingat-ingat lagi. Sekarang ia tumbuh menjadi gadis 13 tahun dengan kelakuan yang berubah-ubah. Amma dirumah lebih manis dari Amma bersama teman-temannya. Amma sedikit liar di luar rumah. Amma adalah tipe gadis dominan dan bersedia menukar dirinya untuk narkoba.

Buku ini pun mengupas sedikit demi sedikit secara menyakitkan tentang kehidupan Camille. Camille seringkali menyayat, menusuk, mengukir tubuhnya untuk melampiaskan depresinya. Tak satu inci pun kulitnya tidak disayat, kecuali wajah.

“Aku suka mengiris kulitku sendiri. Juga memotong, menyayat, mengukir, menusuk. Aku kasus yang sangat istimewa. Aku punya tujuan. Begini, kulitku menjerit. Kulitku dipenuhi kata - masak, cupcake, kucing, keriting - seperti anak kecil yang memegang pisau belajar menulis di kulitku.” -Camille, hal. 83

“Dan di dekatnya, kata pertamaku, diiris pada hari musim panas mencemaskan pada usia tiga belas : jahat.” -Camille, hal. 83

Camille pun berpetualang menyelidiki kasus pembunuhan dua gadis kecil ini. Sayangnya, ia lengah. Ia menggali terlalu dalam. Ia tidak hanya menggali kehidupan korban-korban tersebut, namun ia juga menggali kehidupannya dan kematian Marian. Camille harus membayar atas segela keingintahuannya dan hutangnya terhadap Marian. 

Buku yang merupakan buku debut Gillian Flynn ini mengangkat tema dysfunctional families, kekerasan, dan self-harm. Sensasi yang ditawarkan buku ini tidak main-main. Gelap, perih, sakit, depresi. Mungkin kata-kata ini cukup menggambarkan apa yang aku rasakan. Jujur, buku ini sempat mempengaruhi pikiranku. Roh buku ini sangat-sangat kuat. Cara Flynn membawakan karakter Camille yang tersiksa mentalnya, benar-benar hidup di buku ini. Aku sempat terpaku dan hampir menangis betapa gelap dan menyakitkan hidup Camille.

Plot twistnya cukup mengagetkan. Benar-benar tidak bisa ditebak. Walaupun beberapa halaman sebelumnya telah memberikan sedikit clues tentang siapa pembunuhnya. Yah, kayak kode-kode gitu. Buku ini tak hanya ‘menyiksa’ mental. Seakan merasakan siksaan fisik di dalam buku tersebut. Seperti 'membunuh'mu pelan-pelan. Seperti disayat perlahan, merasakan setiap sensasi sayatan namun kamu belum mati. Yah, agak gelap sih tapi ya emang gitu rasa buku ini.

Alurnya tidak terburu-buru. Cenderung perlahan. Saking pelannya, kamu tidak tahu kalau kamu sudah jatuh ke lubang misteri yang dalam. Salut banget sama penuturan plotnya. Ga diburu-buru mengakhiri. Such an oddly-beautiful book. Membaca buku ini membutuhkan waktu lama untukku. Bukan tipikal buku yang cuma membalikkan halaman. Buku ini diresapi pelan-pelan. Bahkan, saat aku membaca buku ini, halamannya sedikit keriting, agak lecek karena dibawa kemana-mana.

 original cover
source : wikipedi

Untuk para pembaca buku-buku thriller, please add this book to your TBR list. Jangan lupa buat stay sane selama membaca buku ini. Buku ini akan melayangkan pikiranmu kemana-mana dan mengacak-ngacak jiwamu.


Give it 4.7/5 untuk buku debut Flynn dan jeritan-jeritan di kulit Camille

Goodbye,
lovelots!
xoxo

Tuesday, July 12, 2016

Review : Spotlight - Tita Rosianti

Judul : Spotlight
Author : Tita Rosianti
Genre : Metropop
Penerbit : Pastel Books
Bahasa : Indonesia
Tebal : 202 hlm
Format : Softcover
Terbit : Juni 2016

Catatan : Non-Series
ISBN : 978-602-7870-89-5
Harga : Rp 55.000,- 


Sinopsis :


Pagelaran itu terinspirasi dari haute couture dunia fashion. Tentang kostum-kostum yang dijahit tangan oleh desainer tersohor se-Asia. Kain-kainnya gelap, dijelujuri benang hitam yang mengilat. Dan, untuk membuatnya semakin megah, akan dipamerkan dalam perjalanan pesiar Kingdom Oceania dari Marina Bay ke pesisir Phuket.

Ada Kaylan di sana. Model terkenal yang sukses membuat semua model se-Asia iri. Kibasan rambutnya bisa ditaksir dengan dolar. Pun, gaya hidupnya. Tak heran jika ada orang yang ingin mencelakainya. Tak heran pula jika dalam pagelaran tersebut, Kaylan cedera dan tak bisa melenggang di atas catwalk.

Satu-satunya orang yang bisa menggantikannya, secara sembunyi-sembunyi, adalah Kai. Adik kandung Kaylan yang paling mirip sedunia. Hanya saja, ada satu masalah ...

... Kai itu laki-laki.



Resensi :

Bagaimana rasanya kalau kamu adalah model papan atas Asia? Bahkan, desainer terkenal saja menginginkan kamu memakai baju rancangannya. Hal itu dialami oleh Kaylan. Kaylan adalah seorang model yang sedang naik daun. Kaylan dengan sikapnya yang sedikit bitchy itu sukses membuat beberapa model lainnya iri dan tidak suka. Kaylan hanya cuek saja, demi reputasinya.

Kai, adik Kaylan. Mirip hampir identik dengan kakaknya. Hanya beda gender saja. Terpaksa ikut dengan Kaylan, karena ia bisa memanfaatkan liburan di kapal pesiar. Kai sebenarnya risih dengan sikap kakaknya. Bahkan, ia menamai kontak kakaknya dengan nama "Cu Pat Kay"

Aya, sepupu Kaylan. Bekerja sebagai manager Kaylan. Sangat dekat dengan Kaylan. Tetap profesional walaupun ia sepupu Kaylan.

Master Liem membuat baju-baju rancangan baru. Kaylan, sebagaimana model utama berlenggang dengan anggun di catwalk saat rehearsal. Tiba-tiba, Kaylan jatuh tersungkur. Setelah dicek, Kaylan tidak hanya terkilir, tapi juga kakinya penuh luka baret dan serpihan kaca menancap. Panik! itu yang dirasakan Kaylan. Mau bagaimanapun, pagelaran tersebut penting baginya. Semua mata tertuju pada Kai, copy Kaylan. Kai didandani sedemikian rupa untuk menggantikan Kaylan selama Kaylan dalam masa pemulihan. Sekaligus, ia ingin menyelidiki dalang di balik semua keributan ini.

Secara garis besar, isi bukunya adalah perjalanan Kai yang menyamar jadi Kaylan. Bedanya, Kai sangatlah ramah dibanding Kaylan yang bitchy. Kai juga kreatif dan mengalah pada kakaknya. Plotnya, cukup cepat, agak klise, tapi cukup bisa dinikmati lah untuk bacaan yang sangat ringan. Diselingi candaan-candaan yang sedikit over, tapi lucu juga (apa karena aku receh ya?). Setidaknya, jadi ga tegang dengan konflik yang ada. Bukan novel serius, tapi juga bukan bedtime stories.

Kalo kamu punya kakak, mungkin sedikit terasa perjuangan Kai untuk Kaylan. Juga rasa terima kasih yang besar untuk sang adik. Novel ini seakan mengangkat juga problem kakak-adik yang sering sekali berselisih paham. But, remember, selalu ada hikmah di setiap kejadian.

Btw, tokoh favoritnya mungkin Kai. Kai seperti all-time-problem-solver. Hero to everyone. Tapi, dia masih kesulitan nanganin gebetannya tuh :(. Adegan favorit mungkin saat gaun Kaylan digunting habis-habisan, sampai akhirnya Kai memperbaiki gaunnya, bahkan sampai pagelarannya ia ubah total sampai terasa sangat fresh dan modern.

Kasih 2.8/5 deh buat Cu Pat Kay :p


Goodbye,
lovelots
xoxo

Monday, July 4, 2016

Review : The Bridesmaids Tale - Fala Amalina



Judul : The Bridesmaids Tale
Author : Fala Amalina - @Kaleela
Genre : Romance
Penerbit : Gagas Media
Bahasa : Indonesia
Tebal : 282 hlm
Cover : Softcover
Terbit : Juni 2016

Catatan : Non-Series
ISBN : 978-979-780-817-4
Harga : Rp 70.000,- 


Sinopsis : 

Alana, Audi, Kaia, Nadine, dan Adel, lima sahabat dengan karakter berbeda. Lana yang kelewat kaku, Audi yang terlalu saklek, Kaia si magnet lelaki, Nadine yang polos, dan Adel si gadis alim. Namun, kelimanya punya impian yang sama : sukses dalam karir dan menikah dengan lelaki impian.

Setelah terpisah sekian lama, kelimanya berkumpul kembali untuk sebuah kabar gembira. Nadine akan segera menikah! Di tengah kabar gembira itu, hanya Lana yang merasa cemas.

"Gue mau kalian yang jadi bridesmaids pernikahan impian gue. Tapi..., kalian harus bawa pasangan masing-masing sebagai groomsman kalian."

Lana hanya bisa gigit jari di tempat duduknya. Pasalnya, hanya dirinyalah yang belum memuliki pasangan. Jangankan memiliki pasangan, Lana bahkan tidak berniat untuk jatuh cinta-apalagi memercayai cinta.

Sebuah kisah tentang hati yang hampir tak punya harapan, tetapi cinta menyapanya kembali. Tentang seseorang yang ternyata menemukan tangan-tangan lain yang menguatkan.

Resensi :
Buku dengan sampul warna pink ini menceritakan lima sahabat yang kembali berkumpul setelah mendengar salah satu dari mereka menikah. Nadine akan menikah dengan Fabien, cowok Perancis yang sudah lama dikencaninya. Nadine meminta keempat sahabatnya menjadi bridesmaids dan membawa pasangannya sebagai groomsman. Adel, Audi, dan Kaia sih santai-santai saja. Adel dengan Theo, Audi dengan Gema, Kaia dengan Eggy. Lana hanya bisa pasrah. Lana harus mengajak seorang lelaki sebagai groomsman, tetapi bukan anggota keluarganya. So, the search is began.

Keempat sahabatnya membantu Lana mencarikan seorang lelaki. Bahkan sampai merekomendasikan beberapa pria acak di restoran ketika mereka makan siang. Lana bukannya tak ingin mempunyai lelaki, Lana hanya ingin mengejar impian dan ambisinya. Maka dari itu, ia tak pernah berkencan setelah Tora, mantannya yang sudah menikah. 

Sekembalinya dari makan siang bersama, Lana melihat seorang lelaki memakai kaus, celana kargo, dan sendal jepit di kubikelnya. Tampaknya ia bermain-main dengan komputer Lana. Lana langsung menghampiri lelaki tersebut. Lana terkejut melihat hasil kerjanya berantakan seketika hanya karena...... streaming youtube. Lana sangat marah pada lelaki yang bernama Gibran itu. Gibran merasa bersalah pada Lana. Ia menuliskan nomor ponselnya di secarik kertas, kemudian ia serahkan pada Lana. Lana cuek saja. Ia sangat kesal pada lelaki itu.

Suatu hari, ia diminta membawa cheesecake untuk Audi. Di bakery, ia bertemu kembali dengan Gibran. Ia kembali membuat Lana kehabisan kesabaran. Akhirnya, Lana menyerah. Lana menerima bantuan Gibran. Keesokan harinya, Lana menemui Gibran. Kadar gengsi Lana sedang tinggi-tingginya, namun Lana harus mencari seorang lelaki untuk dijadikan groomsman di pernikahan Nadine. Lana meminta Gibran menjadi kekasih pura-pura Lana. Gibran terkejut. Namun, demi mengurangi raa bersalah di hatinya, ia bersedia membantu Lana menjadi kekasih pura-puranya. Awalnya, Lana berusaha tidak melibatkan perasaannya. Mau bagaimanapun, Sam --panggilan Gibran-- adalah kekasih pura-puranya. 

Sam mengiriminya sebuket bunga setiap hari sampai Lana bosan. Sam juga menemaninya ke berbagai acara keluarga. Bahkan, Sam secara tidak langsung membawanya menemui ibu kandung Sam. Sam bahkan mengajari Lana mengasah kembali kemapuan bermain pianonya. Semua ini membuat Lana berpikir ulang tentang lelaki bernama Gibran Samudra Anggabanyu. Namun, semua hal manis itu berubah ketika Sam memutuskan untuk pergi ke Boston. Masalah dimulai dari Lana yang setengah berteriak di restoran.

Yup, itu dia summary dari buku The Bridesmaids Tale ini. Aku nemu buku ini karena aku lagi liburan dan butuh buku terbaru. Sebelum beli di tobuk di gram*dia, aku survey dulu di salah satu tobuk online langganan.

Segi plot, sederhana dan mudah dimengerti. Konflik juga ga terlalu ribet dan juga penyelesaiannya sederhana. Buku ini gampang dimengerti pokoknya. Karakternya juga kuat, mandiri, dan koneksi antara karakternya juga natural dan chemistrynya ada. Apalagi koneksi antara Adel, Audi, Kaia, Lana, dan Nadine. Dialognya juga independen, ga "nimbrung". Suasana yang diciptakan oleh penulis juga kuat, berasa. Kalo baper ya baper, kalo sedih ya sedih, kalo happy ya happy. Ga bosen juga suasananya. Fresh. Sedikit selipan humor yang lucu, tapi ga berlebihan. Kita juga dibawa menjadi "Lana". Kebetulan karakter aku sama banget kayak Lana :p. Berasa banget jadi Lana-nya. 

Karakter fav jangan ditanya. Pasti Lana. Lana yang cuek, penuh ambisi, rajin, ready kerja 24/7, dan disiplin sama deadlinenya. Lana sangat sayang pada sahabat-sahabatnya. Apalagi Nadine yang akan menikah. Sampai bela-belain nurunin gengsi dan (pura-pura) pacaran sama Sam. Bahkan sampai nyariin souvenir pernikahan buat Nadine. 

Amanatnya juga keliatan jelas, ga rumit buat ditebak. Karakter Lana yang berisi, yang sering disalahartikan sebagai gendut yang merupakan problem perempuan masa kini. Penulis seakan memberitahu "Love your Body. You are beautiful in your own way". Buku ini juga ngajarin persahabatan dan juga cinta. Selain itu, problem yang diangkat adalah pertanyaan "Kapan nikah?" atau "Kapan punya cowok?". Penulis menjawab "Jodoh datang dari mana saja, kapan saja, dan dalam situasi apapun. Nikah kalau sudah ada pasangan yang tepat.". Jadi yang kepengen nikah/pacaran, jangan galau :p, pasti dapet yang tepat kok.

Adegan favorit itu ketika Lana marah-marah pada Sam karena rajin mengiriminya sebuket bunga setiap ahri ke kantornya. Lana menuduh Sam kurang kerjaan bahkan pengangguran. Sam mengakui memang pekerjaannya tidak banyak sehingga dirinya lebih banyak dirumah. Ketika Sam mengatakan pekerjaannya, disitulah aku kaget dan sedikit ketawa hahaha. Juga ketika Sam menjemput Lana dirumahnya. Lana sempat berbohong bahwa yang kemarin mengantarnya adalah Audi, padahal Sam. Ibu Lana mengira bahwa Sam adalah pacar Audi. Sampai akhirnya Lana bilang bahwa itu pacarnya dan ibunya histeris.

Btw, buku ini merupakan hasil cetak dari cerita Wattpad. Penulis memakai akun @Kaleela. Silakan dicek :D

I'll give this book4.2/5 because i like it sooo much. Cocok dibaca buat kalian, remaja perempuan maupun wanita dewasa. Sekadar bacaan ringan saat liburan atau bosan dijalan karena macet saat mudik :p 


Goodbye,
lovelots
xoxo

Wednesday, June 29, 2016

Review : Writer vs Editor - Ria N. Badaria



Judul : Writer vs Editor
Penulis : Ria N. Badaria
Genre : Romance, Metropop
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Bahasa : Indonesia
Tebal : 312 hlm
Cover : softcover
Terbit : Cetakan kedua, November 2015
ISBN : 978-602-032-297-1
Harga : Rp. 60.000,-

Sinopsis : 

Hidup terkadang tidak sesuai dengan apa yang direncanakan... Kalimat yang tepat untuk menggambarkan kehidupan Nuna R. Mirja, bekerja sebagai pegawai swalayan padahal bercita-cita menjadi penulis. Nuna menyebutnya sebagai “pelencengan rencana hidup”. Berkali-kali menerima penolakan dari berbagai penerbit atas naskahnya sudah cukup menjadi alasan Nuna untuk melupakan cita-citanya. Hingga ia menerima surat dari salah satu penerbit yang menyatakan naskahnya layak untuk diterbitkan. Sepucuk surat yang membuat Nuna berpikir hidupnya akan mulai berjalan sesuai rencana. Sayangnya dia salah. Ini justru awal dari berbagai pelencengan rencana hidup lainnya. Mulai dari mendapat editor yang sangat menyebalkan untuk naskahnya. Bertemu kembali dengan cinta pertamanya, sosok sempurna yang selalu membuatnya patah hati, setiap kali ia menyadari perasaannya takkan pernah tersampaikan. Hingga kehilangan orang yang begitu penting dalam hidupnya, yang mengharuskannya berusaha lebih keras di antara dilema cinta yang datang tak terduga.

Resensi :
Holaaa, back with review! Kali ini mau meresensi sebuah buku yang aku dapatkan karena adanya promo beli 4 bayar 3 di tobuk Grame*dia. Btw, langsung ke resensinya nih.

Buku ini menceritakan seorang penulis yang berusaha agar bukunya diterbitkan. Namun, nasib penerbitan bukunya menggantung. Jadilah ia bekerja sebagai pegawai toko swlayan waralaba. Nampaknya ia harus menunda dahulu cita-citanya menjadi penulis seperti J.K. Rowling. Suatu hari, sepucuk surat mengubah segalanya.

Rengga, laki-laki yang berambisi menjadi seorang jurnalis. Bukannya sembarangan lulusan, nilainya pun tidak jelek dan alumni salah satu kampus terkenal. Sepandai-pandainya mengatur rencana, pasti Tuhan mempunyai jalan-Nya sendiri. Berpuluh-puluh CV ia kirimkan ke berbagai perusahaan jurnalistik namun tak ada satupun yang merespon. Hingga akhirnya, ia melamar sebagai editor redaksi fiksi di sebuah penerbit buku bernama GlobalBooks.

Rengga dan Nuna dipertemukan dalam sebuah naskah yang hendak naik centak. Rengga kesal Nuna sulit dihubungi, juga Nuna yang kesal akan sikap Rengga yang terkesan semena-mena padanya. Ponsel adalah kunci komunikasi Rengga dan Nuna, namun Nuna menolak memilikinya. Teman-temannya pun menganjurkan (sedikit memaksa) Nuna untuk memeli ponsel. Walaupun ponsel di tangan, proses komunikasi mereka tetap tidak berjalan mulus. Rengga bagaikan jatuh tertimpa tangga. Uangnya habis oleh Marsya, pacarnya yang sangat matre dan juga Nuna yang menurutnya tidak bisa profesional. 

Di kantor, Rengga memiliki atasan baru bernama Arfat. Tanoa disangka, Arfat meminta Rengga untuk mempertemukannya dengan Nuna. Rengga yang keheranan pun tetap menghubungi Nuna untuk memintanya datanf ke kantor GlobalBooks. Rengga yang awalnya tidak menyukai Nuna, mulai sedikit melunak pada Nuna. Akan tetapi, Rengga tetap menolah bahwa ia jatuh cinta pada Nuna.

Anyway, buku ini masih tipe buku dengan plot benci jadi cinta. Walaupun begitu, buku ini masih bisa dinikmati. Aku tidak terlalu berharap banyak, so aku ga kecewa kecewa banget. Kelebihan dari buku ini ialah ceritanya ga gantung banget, plotnya halus, mengalir dan natural, juga karakternya jelas dan sang penulis tahu karakter ini akan dibawa kemana dan seperti apa. Konflik yang dipakai juga seperti konflik sehari-hari, cek cok kecil dengan atasan kita. Walaupun begitu, kta tahu bahwa mereka akan baik-baik saja pada akhirnya. Kekuranagnnya mungkin lebih ke tipe cerita yang mainstream, benci jadi cinta dan diperebutkan dua orang idaman. Juga, aku melihat ada beberapa kata yang salah ketik. But, aku dan teman-temanku masih menikmati buku  ini sebagai bacaan ringan yang dibaca saat santai atau membaca buku ini sambil chit-chat dengan teman-teman.

Tokok favorit dari buku ini adalah Radit, sahabat Rangga. Walaupun terkesan provokator, sebenarnya ia orang yang friendly dan humoris. Lucu sekali melihat tingkah Radit yang selalu menggoda Rengga. Sisi lainnya juga ia sangat sayang pada istrinya, bahkan rela pulang cepat hanya karena istrinya yang memang sedang haml itu mulas. Ternyata, istrinya mulas karena salah makan :(

Adegan favorit mungkin ketika Radit berkata pada Rengga bahwa Arfat adalah saingan yang berat untuk mendapatkan Nuna. Alih-alih memberitahu strategi mendapatkan Nuna, Radit malah membeberkan kelebihan Arfat depan Rengga yang mungkin membuat Rengga berpikir "Lo temen gue bukan sih?". Kita bisa melihat bahwa persahabatan Radit dan Rengga memang sudah terjalin sangat kuat.

I'll give this book 3.7/10. Buku yang cukup bisa dinikmati tanpa  eskpektas terlalu tinggi. Mungkin bisa jadi sedikit informasi buat kalian yang mau cetak tulisan-tulisan kalian.

Goodbye,
lovelots
xoxo

Tuesday, June 28, 2016

Review : The Devil In Black Jeans - aliaZalea



Judul : The Devil In Black Jeans
Author : aliaZalea
Genre : Metropop
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Bahasa : Indonesia
Tebal : 325 hlm
Cover : Softcover
Terbit : Cetakan kelima, Maret 2014
ISBN : 978-979-22-9188-9
Harga : Rp 65.000,-


Sinopsis :

Dara betul-betul mencintai pekerjaannya sebagai personal assistant para artis, sampai dia bekerja untuk Blu, penyanyi opera Indonesia berumur lima belas tahun. Masalahnya bukan pada Blu, tapi kakaknya, yaitu Johan Brawijaya, drummer paling ganteng se-Indonesia yang superprotektif kepada adiknya dan membuat Dara ingin mencekiknya setiap kali bertemu.
Sebagai drummer kawakan Indonesia dengan wajah di atas rata-rata dan masih single, Jo mencintai kebebasannya untuk melakukan apa saja yang dia mau. Kebebasan ini punah dengan kedatangan adiknya di rumahnya. Seakan itu belum cukup parah, kini seorang PA artis yang sok tahu, super menyebalkan, berbentuk Dara, muncul dan mulai mengatur kehidupannya.
Satu-satunya hal yang membuat mereka berdua bisa saling bertoleransi adalah karena Blu. Atau itulah yang mereka pikir hingga ciuman itu terjadi. Satu ciuman yang membuat keduanya berpikir dua kali tentang perasaan mereka terhadap satu sama lain.

Resensi :
Buku yang berjudul catchy ini bermula ketika pembacaan surat wasiat dari Samuel Brawijaya, drummer Indonesia yang playboy dan juga ayah Jo dari istrinya yang pertama. Adapula Tante Rina, istri kedua ayahnya yang bertahan hanya dua tahun dan tanpa anak. Hadir pula, Tante Poppy dan Blu. Jo tidak dekat pada mereka semua, ia pun memanggil Poppy dengan namanya,k arena jarak usia mereka yang terpaut 10 tahun. Jo pun kembali karena pembacaan wasiat ayahnya yang meninggal karena kecelakaan. Sebelumnya, ia melarikan diri ke Singapura kemudian ke Berlin dengan alasan pendidikan. Mungkin itu alasan utamanya, namun alasan lainnya adalah karena Jo tidak mau terlibat dalam kehidupan para wanita ayahnya. Ketika surat wasiat dibacakan, Jo terkejut bukan main. Ia akan tinggal bersama Blu selama Tante Poppy kursus kuliner di Perancis. Sebagaimana kakak laki-laki yang bertanggung jawab, ia pun menetap di Jakarta dan mengurus Blu.

Jo yang menetap di Jakarta pun ditawari posisi sebagai drummer di band milik Revelino Darby. Jo tetaplah Jo. Dirinya tetaplah pecinta kebebasan dan... wanita. Kehadiran Blu tentu saja tidak bisa membawa sembarangan perempuan kerumahnya. Mengurus perempuan yang masih dalam masa pubertas dan juga berprofesi sebagai penyanyi opera terkenal pun cukup membuat dirinya overwhelm. Ditambah lagi profesinya sebagai drummer terkenal yang punya jadwal tour yang menyita waktunya. Ia pun berpikir untuk mencarikan Blu asisten dengan bantuan Revel. Jo punya sederet daftar kriteria untuk asisten Blu nanti. Ia sangatlah protektif terhadap adiknya. Yah, walaupun Jo terkesan dindin dan cuek pada Blu, sesungguhnya ia sangat sayang pada adiknya itu.

Sisi lain, Dara, professional personal assistant melamar untuk menajdi asisten Blu. Bukanya tanpa pengalaman, Dara pernah menjadi asisten Tante Emil, penyanyi senior. Dara sempat terpikirkan soal Panji, tunangannya. Panji sebenarnya tidak menyukai pekerjaan Dara sebagai PA. Menurut Panji, pekerjaan Dara sangat menghabiskan waktu. Panji tidak punya banyak waktu bersama-sama Dara. Walaupun begitu, Dara masih tetap mengambil pekerjaan itu. Pertama kali bertemu Jo, keduanya langsung bermusuhan. Jo heran mengapa wanita cantik seperti Dara mau menajdi seorang PA dan... kebal terhadap pesonanya. Dara sukses membuat Jo kesal dengan segala tingkahnya. Bagaimana tidak, di pertama kali mereka bertemu saja Dara sudah menuduh dia menggunakan obat-obatan.

Kalau saja adiknya tidak mengatakan bahwa ia sangat menyukai Dara dan ia juga sangat membutuhkan asisten, Jo hampir saja tidak jadi memperkerjakan Dara. Blu sangat dekat pada Dara. Dara sudah seperti kakak perempuan yang sangat pengertian pada Blu. Cek cok antara Dara dan Jo masih saja terus berlanjut. Mulai dari masalah jadwal Blu sampai isi kulkas. Tak lama kemudian, Panji mengetahui pekerjaan Dara dan memajukan pernikahan mereka menjadi bulan depan. Dara dan Jo tidak tahu, bahwa ada perasaan yang tumbuh diantara mereka berdua. 
Aku mendapatkan buku ini sekitar bulan Mei 2016 kemarin. Awalya, aku pernah dengar dari salah satu teman bahwa buku ini recommended banget dan ketika jalan di tobuk pun, buku ini menarik dan catching banget dari segi judul dan 'bling-bling'.
Tipikal cerita benci jadi cinta. Tapi, entah kenapa ada perasaan sendiri membaca buku ini. Buku yang tidak bisa membuatmu berhenti membaca halaman selanjutnya dan bertanya-tanya hal apa yang akan terjadi. By the way, buku ini ada sedikit cuplikan tulisan yang memang membutuhkan bimbingan orang tua. Anyway, i like Dara tho. Dara, perempuan mandiri dan punya pendirian. Hidup Dara punya tujuan, jelas dan tahu cara mencapai tujuannya. Bukan tipe perempuan yang mudah freaking out ketika menghadapi sesuatu diluar kendalinya. Dalam kata lain, Dara pandai mengatur emosinya.
Apabila dilihat dari segi plot, plot teratur, tidak terlalu rumit, dan under-control. Bahasa yang digunakan juga light dan tidak terlalu asing. Adanya pihak ketiga, seperti meramaikan kisah antara Jo dan Dara. Walaupun Jo berusaha membuat Dara cemburu, nyatanya malah Dara berbalik membuat Jo kalang kabut. Buku ini juga menjelaskan suka duka menjadi selebriti dan juga dunia entertainment in a good way. Seperti menghadapi para penggemar dan persiapan manggung.
Kak aliaZalea juga merilis beberapa buku lain yang tampaknya memiliki seutas benang yang sama. Benang pertama yang ditemukan berupa tag buku Celebrity Wedding yang berkisah tentang Revel-Ina. Review it soon?
 Anyway, i like this book.  It gives me a whole new experience. I will recommend it, definitely. Gonna give it 4.4/5 for my drummer! 
Goodbye, lovelots! xoxo

Friday, June 24, 2016

Review : So, I Married The Anti-Fan - Kim Eun Jeong



Judul : So, I Married The Anti-Fan
Author : Kim Eun Jeong
Genre : Romance, Comedy
Penerbit : Penerbit Haru 
Bahasa : Indonesia
Tebal : 525 hlm
Cover : Softcover
Terbit : Cetakan ketiga, Maret 2016
ISBN 13 : 978-602-7742-61-1
Harga : Rp. 81.000,-

Sinopis :

Aku tinggal dengan idola paling terkenal se-Korea. Tapi… Aku adalah antifan-nya.

H, salah satu bintang pemicu hallyu wave akan tinggal dengan antifan-nya dalam sebuah variety show.

 Mr. H: Tentu saja aku bisa menangani antifan-ku. Aku ini pria yang penuh dengan kejutan
 Ms. L: Sebagai antifan-nya, aku akan membuka semua rahasia busuknya. Lihat saja nanti

Begitu berita itu keluar, para fans Mr. H segera membentuk pertahanan untuk melindungi idolanya. 

Dan jika Ms. L melukai Mr. H barang sedikitpun maka mereka tidak segan-segan untuk bertindak.

Resensi :
Halooo. Ini resensi lainnya setelah membaca buku ini selama 4 hari. Aku memutuskan membaca buku ini karena mengikuti sebuah BookMates reading challenge. Awal aku membaca ya karena penasaran saja dan sering sekali buku ini tertangkap mata saat sedang berbelanja di toko buku. Covernya yang eye-catching (bright yellow) dan juga gambar seorang gadis yang terlihat kesal karena hoodie-nya ditarik oleh seorang laki-laki. Singkatnya, buku ini terlihat outstanding di rak buku.

Cerita ini dimulai dari Geun Yong, seorang wartawan yang ditugaskan untuk meliput pembukaan sebuah klub milik seorang rapper bernama JJ. Geun Yong pun ditugaskan karena para rekan-rekannya yang berkata "Geun Yong sajalah" saat ditanya siapa yang akan meliput club opening. Geun Yong dan rekannya, Su Hwan minum alkohol sampai Geun Yong mulai merasa kepalanya pusing dan sepertinya ia butuh pergi ke kamar mandi. Saat di kamar mandi, ia terkejut melihat Hu Joon bersikap kasar pada seorang gadis bergaun merah. Hu Joon meninggalkan gadis tersebut menangis di dekat toilet. Geun Yong akhirnya kembali ke mejanya dan memikirkan kejadian di toilet tadi.

Beberapa saat kemudian, Geun Yong merasa alkohol telah membuat dirinya mual. Saat akan mengeluarkan isi perutnya, ia menabrak seseorang dan karena tidak tertahankan, akhirnya ia muntah di baju orang tersebut. Tanpa disangka, orang tersebut adalah Hu Joon, sosok yang ia lihat tadi.Hu Joon membentak Geun Yong dan ia berlalu begitu saja. Malu dan kacau, itulah perasaan Geun Yong. Su Hwan pun mengejar Geun Yong. Geun Yong kembali mual dan muntah di belakang sebuah mobil. Dewi Fortuna sepertinya tidak memihak padanya. Mobil tersebut milik Hu Joon. 

Beberapa hari kemudian, Geun Yong dipecat dari kantornya. Atasannya menganggap Geun Yong tidak becus dalam bekerja. Geun Yong sangat kesal. Ia menuduh Hu Joon telah menyuruh atasannya untuk memecat dirinya. Hu Joon takut citranya memburuk lantaran kejadian malam itu di pembukaan klub JJ. Geun Yong pun menyusun rencana untuk menjatuhkan Hu Joon. Tak disangka, saat sedang berdemo didepan kantor Hu Joon, ia diserang fans Hu Joon. Geun Yong semakin kesal dan semakin berniat untuk menjatuhkan Hu Joon.

Ia pun diminta wawancara oleh seorang reporter mengenai masalah dirinya dengan Hu Joon. Harapan Geun Yong adalah wawancara tersebut dapat membukakan mata masyarakat bahwa Hu Joon tak lebih dari seorang penipu, laki-laki kasar dan penyebab ia dipecat dari kantornya. Lagi-lagi, harapan Geun Yong pupus. Wawancara itu berbalik menyerangnya. Sejak hari itu, ia menyandang nama Anti-Fan.

Tanpa disangka-sangka ia ditawari untuk membintangi sebuah variety show. Variety show yang berjudul So, I Married The Anti-fan tersebut membuat Geun Yong harus tinggal bersama Hu Joon dan manajernya, Ji Hyang. Geun Yong akan menggantikan Ji Hyang sementara sebagai manajer Hu Joon dan seluruh aktivitasnya akan disorot. Geun Yong rasanya kesal sekali, namun karena tawaran bayaran sebesar 10 juta won dan didesak berbagai hutang dan kebutuhan, akhirnya ia menandatangani kontrak syuting variety show tersebut.

Diam-diam, dia pindah ke apartemen Hu Joon yang kebetulan juga dijadikan tempat syuting SIMTA karena ia sudah tidak mampu membayar uang sewa. Acara tersebut menjadi seperti ajang balas dendam bagi Hu Joon dan Geun Yong. Kejadian-kejadian aneh dan iseng mulai mewarnai kehidupan mereka berdua. Mulai dari Geun Yong yang menambahkan sesuatu pada minuman Hu Joon saat syuting iklan, Hu Joon yang dengan sengaja melepaskan layang-layangnya supaya dikejar oleh Geun Yong, dan lain-lainnya. Tinggal bersama-sama Hu Joon, membuat Geun Yong melihat sisi lain Hu Joon. Hu Joon yang terjebak masa lalu dengan In Hyong dan juga konfliknya dengan JJ. Geun Yong lama kelamaan memiliki perasaan lebih pada Hu Joon, namun ia belum menyadarinya

"Menurutku, kau dan Hu Joon sepertinya sudah tidak terlalu saling membenci seperti saat pertama kali bertemu dulu. Sikap Hu Joon padamu, sikapmu pada Hu Joon, sepertinya kalian terlihat mulai saling medukung...." -Page 264


So, the roller-coaster of love is started. Buku ini tipe buku yang sedikit kanak-kanak dalam artian kinda cute in some aspect tetapi masih memiliki sentuhan dewasa didalamnya. Geun Yong yang ambisius dan cenderung aktif bertemu dengan Hu Joon yang sangat cuek namun diam-diam menikmati aksi balas-membalas tersebut. Ribut-ribut kecil dan beragam cek cok terjadi di rumah tersebut. Kita seperti diingatkan dengan sebuah kutipan yang berbunyi "Hati-hati benci jadi cinta. Jodoh tidak ada yang tahu."

My favourite part would be..
Saat Hu Joon dan Geun Yong mengantar seorang fan kecil untuk kembali ke rumahnya di Daegu. Juga menyetir ke Cheongju untuk membantu Geun Yong menemui orang tuanya. Menurutku, bisa dilihat bahawa sebenarnya Hu Joon peduli dan perhatian pada Geun Yong. Karakter yang kusukai mungkin Geun Yong. Geun Yong sangatlah blak-blakan dan transparan. Ia tetap berpikiran positif dalam menjatuhkan Hu Joon, namun siapa sangka bahwa variety show tersebut menguban dirinya dan padangannya terhadap Hu Joon. Kabarnya, buku ini akan diadaptasikan ke film berjudul serupa dengan cast Park Chanyeol sebagai Hu Joon dan Yuan Shanshan sebagai Geun Yong. Apakah filmnya akan sesuai ekspektasi kita, para pembaca?

Kalau kamu adalah seorang pembaca setia buku-buku romance dan komedi, buku ini mesti kamu baca karena perpaduan antara romance dan komedi disini cukup apik. Romansa yang terbalut dalam komedi yang membuat kita tertawa kecil saat membacanya.

3.7/5 deh buat kalian, cheers! *drink soju*

Goodbye,
and lovelots
XOXO

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik